Kaki bau adalah fenomena fisiologis, tidak selalu merupakan manifestasi dari tubuh yang menderita suatu penyakit, tetapi juga dapat merupakan gejala keringat bau, tinea pedis. Bau kaki termasuk dalam keringat bau, yang disebabkan oleh sebum, bulu, dan kotoran lain yang dikeluarkan oleh telapak kaki yang diuraikan oleh mikroorganisme di telapak kaki dan di dalam sepatu untuk menghasilkan amonia dan gas tidak sedap lainnya. Setelah memakai sepatu, lingkungan telapak kaki menjadi lembab dan tidak ada udara, dan mikroorganisme berkembang biak, sehingga baunya akan lebih jelas. Beberapa pasien dengan tinea pedis akan memiliki bau tertentu karena banyaknya pertumbuhan jamur pada jari kaki dan telapak kaki. Pasien dengan penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertiroidisme, karena peningkatan sekresi keringat pada telapak kaki, baunya akan lebih jelas dibandingkan sebelum terkena penyakit tersebut. Pasien dengan hiperhidrosis biasanya mencoba memakai sepatu yang longgar dan lembut, menjaga kebersihan lokal dan mencuci kaki setiap hari. Yang terbaik adalah mengurangi makan makanan yang pedas dan mengiritasi. Bau kaki bawaan sebagian besar bersifat fisiologis, umumnya tidak memerlukan pengobatan, bau kaki yang didapat banyak dan berhubungan dengan penyakit, perlunya konsultasi tepat waktu.