Tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka pendek biasanya akan kembali normal dalam beberapa hari, sedangkan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang belum tentu kembali normal. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, dan katekolamin disekresikan dalam jumlah besar, menghasilkan detak jantung yang lebih cepat dan peningkatan output, yang pada gilirannya meningkatkan tekanan darah. Selain itu, konsumsi alkohol sering kali disertai dengan konsumsi daging atau asupan makanan yang mengandung terlalu banyak garam, dan baik daging maupun diet tinggi natrium dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Dibutuhkan beberapa hari hingga beberapa minggu agar alkohol dapat dimetabolisme secara sempurna di dalam tubuh. Peningkatan tekanan darah jangka pendek yang disebabkan oleh konsumsi alkohol biasanya akan kembali normal dalam beberapa hari, sedangkan konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang secara signifikan meningkatkan risiko hipertensi. Orang dengan faktor risiko tinggi untuk hipertensi disarankan untuk minum alkohol dalam jumlah sedang, dan pergi ke rumah sakit secara teratur jika menderita hipertensi.