Perbedaan antara dermatitis fotosensitif dan SLE terletak pada definisi, penyebab, gejala, dan pengobatannya. 1. Definisi: dermatitis fotosensitif adalah lesi kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari di bawah pengaruh zat fotosensitif, termasuk urtikaria matahari, ruam matahari polimorfik, dermatitis fotosensitif kimiawi, dan penyakit lainnya. SLE adalah penyakit autoimun yang dapat melibatkan banyak sistem. 2. Etiologi: dermatitis fotosensitif disebabkan oleh sensitivitas pasien terhadap sinar ultraviolet serta penggunaan atau kontak dengan fotosensitator eksogen. Penyebab SLE belum diketahui secara pasti, tetapi berhubungan dengan faktor genetik, hormonal, imunologi, dan lingkungan. 3. Gejala: Dermatitis fotosensitif mencakup banyak jenis, seperti solar urtikaria, yaitu ruam yang muncul dalam waktu 30 menit setelah terpapar sinar matahari; ruam matahari polimorfik, yaitu ruam pruritus yang muncul 2 jam hingga 5 hari setelah terpapar sinar matahari; dan SLE, yang memiliki banyak gejala yang berbeda, seperti demam, rasa tidak enak badan, pteronyssinus eritematosus, dan artralgia. 4. Pengobatan: dermatitis fotosensitif dapat digunakan secara eksternal untuk menghentikan rasa gatal, antihistamin oral seperti loratadine, dll., untuk mengurangi reaksi peradangan jaringan. Lupus eritematosus sistemik dapat dikontrol dengan glukokortikosteroid, seperti prednison, dll., Dan imunosupresan, seperti mertiomakrofenol ester, dll., Untuk mengontrol perkembangan penyakit dan untuk mencegah serta mengontrol kerusakan lebih lanjut pada organ. Dermatitis fotosensitif sangat berbeda dengan SLE, sehingga pasien disarankan untuk pergi ke bagian reumatologi dan dermatologi di rumah sakit umum untuk konsultasi lebih lanjut.