Dua prinsip penting untuk menghindari reaksi obat yang merugikan

  Baru-baru ini, ada beberapa laporan reaksi obat yang merugikan yang telah menimbulkan kekhawatiran, yang telah membantu meningkatkan kesadaran penggunaan obat yang aman di kalangan dokter dan pasien; laporan-laporan tersebut juga telah mendorong orang untuk memikirkan bagaimana mereka dapat menghindari reaksi obat yang merugikan sebanyak mungkin.  Pertama-tama, kita harus menyadari bahwa obat apa pun (termasuk perangkat) atau bahkan makanan dapat menimbulkan reaksi yang merugikan, tetapi kita tidak tahu kepada siapa itu akan terjadi, seberapa besar kemungkinannya akan terjadi, bagaimana perilakunya, dan seberapa seriusnya. Oleh karena itu, salah satu prinsip yang paling penting untuk menghindari reaksi yang merugikan adalah “meresepkan obat yang tepat”. Misalnya, terapi antivirus untuk hepatitis B adalah masalah kesempatan dan kondisi, dan jika tidak tepat, tidak boleh dipaksakan.  Pada saat yang sama, kita juga harus menyadari bahwa kita tidak dapat menghindari pengobatan kapan saja, dan bahwa pengobatan “allopathic” harus mengikuti saran medis. Selain memiliki pengetahuan penuh tentang metode pengobatan yang digunakan, dokter juga harus memberikan instruksi yang cermat kepada pasien, memberitahukan kepadanya tentang tindakan pencegahan yang harus diambil dan waktu serta fokus peninjauan. Pasien harus memastikan untuk menindaklanjuti tepat waktu. Dalam beberapa kasus, karena kurangnya pemantauan dan peninjauan standar, reaksi yang merugikan menjadi serius. Oleh karena itu, prinsip penting kedua untuk menghindari reaksi yang merugikan adalah “pendidikan” dan “pemantauan”.