Leher yang tidak dicuci dengan baik dapat menjadi pertanda diabetes

“Lihat lehermu yang kotor, kamu bahkan tidak mencucinya dengan benar!” “Sudah, saya mencucinya setiap hari, saya menggosoknya setiap hari, tapi tetap saja gelap, saya tidak tahu apa yang salah!” Ini bukanlah kasus yang jarang terjadi, banyak orang gemuk yang mengalami masalah pada leher, ketiak, dan tempat-tempat lain yang kulitnya gelap dan tidak bisa dibersihkan. Ini adalah saat yang penting untuk menyadari bahwa ini bisa menjadi pertanda diabetes. Penyakit leher hitam ini secara medis disebut pseudo acanthosis nigricans, juga dikenal sebagai obesitas acanthosis nigricans, terutama karena orang gemuk sering berkeringat di lipatan kulit, pembasahan jangka panjang, ditambah dengan gesekan berulang kali, mengakibatkan penebalan dan penghitaman pada kulit, penebalan kulit sampai batas tertentu membentuk lapisan kerusakan kulit beludru hitam, yang secara medis dikenal sebagai perubahan seperti beludru. Dalam jangka panjang, sarkoma yang lebih menonjol dapat berkembang di atas lapisan beludru hitam ini, membentuk penutup kulit. Sarkoma ini sering ditemukan di leher, ketiak, paha, di bawah payudara, dan area lain di mana kulit terlipat. Penelitian telah menunjukkan bahwa pseudoacanthosis nigricans ini merupakan manifestasi dari resistensi insulin dalam tubuh dan produksi insulin yang berlebihan, dan terdapat reseptor untuk insulin dan faktor pertumbuhan mirip insulin pada fibroblas manusia dan keratinosit kulit. Insulin yang tinggi ini berikatan dengan reseptor dan menstimulasi proliferasi keratinosit yang berlebihan sebagai manifestasi dari akantosis nigricans. Resistensi insulin dan hiperinsulinemia dalam tubuh merupakan proses patofisiologis dari prediabetes melitus tipe 2. Tanpa intervensi dini dan tepat waktu, suatu hari nanti diabetes akan berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya jumlah anak obesitas di China, tren pseudoacanthosis nigricans pada masa kanak-kanak meningkat secara signifikan. Orang tua selalu mengeluh bahwa anak-anak mereka tidak higienis, tetapi pada kenyataannya, leher gelap anak-anak, terutama anak-anak yang gemuk, mungkin bukan karena kemalasan, tetapi karena pseudoacanthosis nigricans. Semakin muda usia saat obesitas terjadi dan semakin lama riwayat penyakitnya, semakin besar risikonya menyebabkan diabetes. Kita selalu salah mengira bahwa diabetes adalah penyakit yang hanya menyerang orang tua, tetapi kenyataannya tidak demikian. Saat ini, timbulnya diabetes tipe 2 secara signifikan lebih muda dan anak-anak dengan diabetes tipe 2 tidak lagi menjadi minoritas. Oleh karena itu, leher yang gelap mungkin tidak lagi menjadi tanda apakah seseorang higienis atau tidak, tetapi merupakan sinyal dari tubuh Anda bahwa kemungkinan ada resistensi insulin dalam tubuh Anda. Jika Anda memiliki anggota keluarga atau teman yang mengalami kondisi leher gelap ini, penting untuk segera memeriksakan diri. Lakukan intervensi dini, aktiflah secara fisik, kendalikan pola makan dan turunkan berat badan Anda untuk mencegah timbulnya dan berkembangnya diabetes.