Dengan bertambahnya usia dan meluasnya pengetahuan tentang ilmu kedokteran, para lansia menjadi kelompok besar yang memiliki kepedulian sosial yang tidak proporsional. Sebagian besar lansia dapat mengalami gangguan kognitif seiring bertambahnya usia, yang sering kali salah didiagnosis sebagai demensia di beberapa rumah sakit perawatan primer. Apakah gangguan kognitif pada orang lanjut usia merupakan demensia? Apakah bisa diobati? Gangguan kognitif melibatkan berbagai perilaku kasual, psikologis dan sosial seperti belajar, memori, bahasa, berpikir, mental dan emosional. Ada banyak penyebab klinis, seperti penyakit Alzheimer, hidrosefalus tekanan normal, alkoholisme akibat minum alkohol dalam jangka panjang, ensefalitis autoimun, dan lain-lain. Gangguan kognitif biasanya bermanifestasi sebagai kehilangan memori pada tahap awal dan kehilangan memori total pada tahap selanjutnya, dengan fantasi yang signifikan. Jadi, gangguan kognitif pada lansia belum tentu demensia. Demensia terutama merujuk pada penyakit Alzheimer, yang merupakan penyakit degeneratif pada sistem saraf dan membutuhkan penyebab lain untuk disingkirkan sebelum diagnosis dapat dipastikan. Penyakit Alzheimer bermanifestasi pada tahap awal sebagai penurunan kognitif, gejala kejiwaan dan gangguan perilaku, dan pada tahap selanjutnya sebagai gejala seperti gangguan gaya berjalan dan inkontinensia urin. Dalam pengobatan modern, penyakit Alzheimer umumnya tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat diobati dengan obat untuk meringankan gejala atau menghentikan perkembangan penyakit agar tidak menjadi parah. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar lansia dengan hidrosefalus tekanan normal juga mengalami gangguan kognitif, yang pada kasus ringan dapat disertai dengan hilangnya ingatan dan kemampuan berhitung, dan pada kasus yang parah bahkan mungkin tidak dapat mengingat namanya sendiri. Hidrosefalus tekanan normal adalah kondisi umum yang terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun, di mana ventrikel yang membesar biasanya terlihat jelas pada pencitraan, sementara tekanan cairan serebrospinal normal. Selain gangguan kognitif yang signifikan, kondisi ini juga dikaitkan dengan gangguan gaya berjalan dan inkontinensia urin. Oleh karena itu, ketika seorang lansia mengalami gangguan kognitif, disarankan untuk mengunjungi rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut yang lebih rinci dan kemudian mengadopsi rencana perawatan yang ditargetkan berdasarkan temuan. Jika hidrosefalus tekanan normal didiagnosis, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena hidrosefalus tekanan normal bersifat reversibel dan kemudian dikombinasikan dengan prosedur pembedahan canggih yang tersedia saat ini, pasien dapat pulih.