Pemasangan stent karotis pada pasien dengan infark serebral biasanya tidak memengaruhi pergerakan anggota tubuh kecuali terjadi komplikasi seperti cedera reperfusi, perdarahan plak atau pelepasan. Pemasangan stent karotis, jika berhasil dilakukan, akan meningkatkan suplai darah ke otak dan mengurangi risiko terjadinya infark otak berulang. Selama pemasangan stent karotis pada pasien dengan infark otak, jika menyebabkan perdarahan plak, trombosis, atau pelepasan plak di arteri karotis, maka dapat menyebabkan infark otak baru, yang mengakibatkan gangguan pergerakan anggota tubuh. Selain itu, setelah pemasangan stent, arteri karotis yang sebelumnya tersumbat tiba-tiba mengembalikan aliran darah yang lancar, dan jaringan otak yang sudah mengalami iskemik dan nekrosis akibat infark tiba-tiba disuplai dengan darah, yang dapat menyebabkan cedera reperfusi dan menginduksi pendarahan otak, dan juga dapat memengaruhi pergerakan anggota tubuh. Pemasangan stent arteri karotis yang berhasil, jika dilakukan pada pasien yang tepat dengan infark serebral, dapat memberikan efek menyelamatkan jaringan otak yang belum mengalami nekrosis dan mengurangi risiko kekambuhan infark serebral.