Untuk apa tes A-factor V dilakukan?

Thyroglobulin adalah tes fungsi tiroid dengan lima item, item tesnya adalah hormon perangsang tiroid (TSH), triiodotironin bebas (FT₃), triiodotironin (T₃), tiroksin bebas (FT4), tiroksin (T4). Kelima indikator di atas dapat menentukan apakah fungsi tiroid tidak normal atau tidak, yang merupakan referensi penting untuk diagnosis hipotiroidisme, hipertiroidisme, dan penyakit lainnya. 1. Hormon Perangsang Tiroid (TSH): TSH adalah indikator diagnostik yang dapat mencerminkan hipotiroidisme primer dan sekunder. Kisaran referensinya adalah 0,35 ~ 5,5μ IU/ml. 2. Triiodotironin bebas: Kisaran referensi antara 3,5 ~ 6,5 pmol/L. Ini adalah hormon yang disintesis dan disekresikan oleh sel folikel tiroid. 3. Triiodotironin: kisaran rujukannya adalah 0,6-1,81 ng/ml, yang dibentuk oleh deiodinasi tiroksin di hati dan ginjal. 4. Tiroksin bebas: kisaran referensi adalah 11,5-22,7 pmol/L. Ini adalah indikator sensitif fungsi tiroid. 5. Hormon tiroid: kisaran rujukannya adalah 66-181 nmol/L, yang disintesis dan disekresikan oleh sel epitel folikel kelenjar tiroid. Perlu dicatat bahwa tes fungsi tiroid 5 item biasanya dilakukan pada saat perut kosong. Jika hasilnya tidak normal, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk diagnosis dan pengobatan di bawah bimbingan dokter.