Pertama, jika terdapat infeksi pada sistem saluran kemih yang menyebabkan peningkatan buang air kecil di malam hari, dianjurkan untuk melakukan kultur urin dan tes sensitivitas obat untuk mengidentifikasi bakteri yang menginfeksi dan memilih agen antimikroba yang sesuai dengan target infeksi. Kedua, jika seorang wanita mengalami prolaps kandung kemih, latihan dasar panggul dan obat-obatan seperti tablet tolterodine tartrat oral atau tablet solifenacin suksinat direkomendasikan. Namun, perawatan ini hanya diindikasikan untuk prolaps kandung kemih ringan. Jika prolaps kandung kemih yang parah menyebabkan peningkatan residu urin dan peningkatan nokturia, maka operasi rekonstruksi dasar panggul diperlukan. Ketiga, jika peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari disebabkan oleh sindrom kandung kemih yang terlalu aktif, maka tablet Mirabellum extended-release atau tablet Solifenacin suksinat dapat diberikan secara oral untuk pengobatan simtomatik, dan peningkatan nokturia dapat dipantau secara dinamis. Pada kasus yang parah, suntikan toksin botulinum intravesikal dapat diberikan untuk mengurangi frekuensi buang air kecil.