Ada cara untuk menghindari kanker!

Pekan Peduli Kanker Nasional ke-23 diselenggarakan pada tanggal 15-21 April tahun ini dengan tema “Ilmu pengetahuan melawan kanker, peduli untuk hidup” dan subtema “Perkuat pendidikan kesehatan, jauhi kebiasaan buruk”. Siapa saja orang yang paling tertarik dengan kanker? Bagaimana cara meminimalkan risiko kanker? Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengajukan sembilan rekomendasi baru bagi penduduk Tiongkok untuk mencegah kanker, yang tampaknya sederhana tetapi kaya akan konotasi. 1. Mengontrol berat badan secara ketat Menurut data survei WHO, dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu, berat badan rata-rata orang Tiongkok telah meningkat sebesar 40%, sementara kejadian kanker di Tiongkok telah meningkat 9 kali lipat. Para ahli percaya bahwa kedua set data ini sepenuhnya membuktikan bahwa obesitas adalah alasan utama meningkatnya insiden kanker di Cina. 2. Jangan makan makanan berjamur Survei Organisasi Kesehatan Dunia menemukan bahwa sebagian besar orang Cina memiliki kebiasaan berhemat. Mereka seringkali tidak mau repot-repot membuang makanan yang sudah berjamur, tetapi memanaskannya dan memakannya. Faktanya, makanan berjamur mengandung aflatoksin dalam jumlah besar, yang tidak dapat dihilangkan meskipun makanan tersebut dipanaskan. Orang yang sering makan makanan seperti itu sangat rentan terkena kanker hati dan kanker lainnya. Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia percaya bahwa orang Cina suka makan makanan yang diasap, diasinkan, dibakar, digoreng, dan dipanaskan secara berlebihan, yang merupakan alasan utama mengapa kejadian kanker perut dan kerongkongan di Cina adalah yang tertinggi di dunia. Makanan seperti itu terutama mencakup ikan asap, daging panggang, daging asap, daging asap, sayuran asin, dan hot pot. 4. Cuci buah dan sayuran segar sebelum memakannya Survei menemukan bahwa Cina adalah negara terbesar di dunia dalam hal penggunaan pestisida. Beberapa orang Tiongkok tidak memiliki kebiasaan kebersihan yang baik dan sering memakan buah dan sayuran segar secara langsung tanpa mencucinya dengan hati-hati, yang dapat dengan mudah menyebabkan pestisida pada buah dan sayuran masuk ke dalam tubuh mereka dan dengan demikian memicu kanker seperti kanker usus, kanker hati, dan tumor otak. 5. Jangan minum dan merokok Survei telah menemukan bahwa Tiongkok menempati urutan pertama di dunia dalam hal konsumsi alkohol dan tembakau. Dan penyalahgunaan alkohol dan merokok adalah penyebab utama dari banyak kanker seperti kanker perut, hati, pankreas, paru-paru, usus, payudara, dan endometrium. Menurut statistik, lebih dari 35% pasien kanker di Cina menderita kanker yang disebabkan oleh penyalahgunaan alkohol dan merokok. 6. Jangan mengonsumsi obat yang dapat menyebabkan kanker dalam waktu lama Dipengaruhi oleh konsep tertentu, banyak orang Tiongkok memiliki kebiasaan menggunakan obat sendiri tanpa saran medis, yang sangat mengurangi keamanan obat mereka dan bahkan menyebabkan kanker karena penggunaan obat yang tidak tepat. Menurut data penelitian, setidaknya 200.000 orang di Tiongkok menderita kanker setiap tahun karena penggunaan obat yang tidak tepat. Obat-obatan yang dapat menyebabkan kanker terutama termasuk obat-obatan barat seperti aspirin, aminopyrine, kloramfenikol, oksitetrasiklin, reserpin, azathioprin, siklofosfamid, vinblastin, fenobarbital, isoniazid, dan lain-lain, serta obat-obatan herbal Tiongkok seperti lada, nilam, dong hua, kalamus, arsenik, dan andrografis. 7, tidak menggunakan kantong plastik beracun Menurut data survei, Cina adalah salah satu negara dengan tingkat penggunaan kantong plastik beracun yang tinggi. Orang yang menggunakan kantong plastik beracun dalam jangka waktu yang lama (terutama dengan kantong plastik beracun untuk makanan), rentan terkena kanker hati, kanker usus, kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker lainnya. Identifikasi kantong plastik dengan atau tanpa toksisitas adalah: api akan menyalakan kantong plastik, mudah terbakar untuk kantong plastik yang tidak beracun, tidak mudah terbakar untuk kantong plastik beracun. 8, matahari tidak boleh melebihi 40 menit sehari Survei Organisasi Kesehatan Dunia menemukan bahwa banyak penduduk China – terutama orang tua memiliki kebiasaan berjemur dalam waktu lama. Dan sebagian besar dari mereka tidak memakai tabir surya. Hal ini merupakan alasan utama tingginya kasus kanker kulit di Cina. Untuk alasan ini, para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengingatkan penduduk China bahwa mereka tidak boleh menghabiskan lebih dari 40 menit di bawah sinar matahari setiap hari dan mereka harus mengembangkan kebiasaan mengoleskan tabir surya. 9. Jangan begadang Survei WHO menemukan bahwa dengan popularitas televisi dan komputer serta meningkatnya tempat hiburan dan tekanan kerja, semakin banyak orang Tiongkok yang begadang (yaitu tidur setelah jam 1 pagi) setiap hari. Dan pada awal tahun 2007, WHO memasukkan begadang sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kanker. Hal ini dikarenakan begadang dapat menyebabkan penurunan melatonin (hormon yang menghambat pertumbuhan tumor) dan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat orang rentan terhadap kanker.