Dismyelinasi fokal adalah keterlambatan pembentukan selubung mielin, yang relatif kurang berkembang. Keterlambatan pembentukan selubung mielin dapat disebabkan oleh faktor keturunan, hipoksia dalam kandungan, infeksi virus, dan penyakit autoimun. Jika terjadi mielinisasi fokal, maka akan terlihat beberapa kelainan pada CT atau MRI kepala dan biasanya disebabkan oleh infeksi virus, keracunan, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini paling sering terjadi pada masa bayi dan masa kanak-kanak, dan dapat dikaitkan dengan keterlambatan perkembangan atau kejang, serta disfungsi motorik ekstremitas dan atrofi neurologis. Untuk pasien dengan displasia mielinisasi fokal, jika gejalanya ringan, pasien dapat mengikuti petunjuk dokter untuk menggunakan vitamin B1, vitamin B12, dan obat saraf bergizi lainnya untuk mencapai efek perbaikan penyakit. Jika kondisinya lebih serius, pasien juga dapat disuntik dengan faktor pertumbuhan saraf tikus untuk meningkatkan pengobatan. Sementara itu, pelatihan rehabilitasi dapat dilakukan di bawah bimbingan dokter profesional bersamaan dengan pelatihan motorik, pelatihan intelektual, pelatihan fungsi tangan, dan pelatihan fungsi sensorik. Jika mielinisasi fokal ditemukan tidak terbentuk dengan baik, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin untuk menilai tingkat keparahan penyakit di bawah bimbingan seorang profesional medis dan untuk memberikan diagnosis dan pengobatan standar.