Cara termudah untuk mengetahui apakah anak Anda menderita tumor otak

Orang tua dari anak-anak yang menderita tumor otak biasanya tidak dapat secara akurat menentukan apakah anak mereka menderita tumor otak atau tidak, dan pemeriksaan medis lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah itu tumor otak melalui riwayat medis, gejala, dan tes pencitraan. 1. Riwayat medis: Jika pasien datang dengan sakit kepala yang khas, epilepsi, perubahan kognitif atau kepribadian yang tidak spesifik, atau peningkatan tekanan intrakranial yang khas, maka dapat dicurigai adanya tumor intrakranial. Pemeriksaan lebih lanjut yang relevan diperlukan untuk menyingkirkan otitis media, trauma kepala, dan lain-lain. 2. Gejala: Sakit kepala sebagian besar bersifat episodik, sakit kepala progresif, yang lebih parah di pagi hari atau saat tidur. Hal ini sering disertai dengan muntah, kehilangan penglihatan, pusing, kejang, diplopia dan sebagainya ketika sakit kepala parah terjadi. Selain itu, gangguan mental dan kesadaran dimanifestasikan sebagai ketidakpedulian, reaksi lambat, berpikir lambat, dan sebagainya. 3. Pemeriksaan pencitraan: CT dan resonansi magnetik, sebagian besar tumor intrakranial dapat didiagnosis secara kualitatif dengan CT dan resonansi magnetik. Pemindaian peningkatan resonansi magnetik adalah pilihan pertama untuk mendiagnosis tumor kranial. Positron Emission Tomography (PET) digunakan untuk mendeteksi tumor dan menentukan keganasannya, menentukan tumor primer, metastasis atau kambuhan, dan juga menentukan fungsi otak. Ketika gejala-gejala di atas muncul, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, mengikuti petunjuk dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, mengklarifikasi penyebabnya dengan bantuan dokter, dan melakukan pengobatan atau terapi yang ditargetkan.