Anomali sinkronisasi duktus pankreatobiliaris umumnya disebut sebagai sindrom anomali sinkronisasi duktus pankreas, yang lebih serius.
Sindrom Duktus Pankreatikobiliaris disebabkan oleh kelainan anatomis yang sebagian besar berupa kista koledokus bawaan, yang dimanifestasikan sebagai stasis empedu, yang pada gilirannya menyebabkan disfungsi hati.
Karena hambatan ekskresi empedu, pasien akan membuat penyerapan vitamin K yang larut dalam lemak tidak mencukupi, pasien akan mengalami kelainan fungsi koagulasi, dan beberapa pasien dapat mengalami perdarahan gastrointestinal, petekie sistemik, perdarahan intrakranial, rinore dan gejala perdarahan spontan lainnya pada kasus yang parah, serta nyeri perut dan manifestasi pankreatitis lainnya.
Selain itu, pasien yang tidak ditangani tepat waktu juga dapat mengalami komplikasi seperti infeksi saluran empedu, batu empedu, dan sirosis kolestatik, yang merupakan kondisi yang lebih serius.
Sindrom Duktus Pankreas adalah penyakit yang relatif serius, dan pasien perlu mencari perawatan medis tepat waktu, dan dokter akan mengambil tindakan yang tepat untuk mengobati kondisi pasien.