Vitiligo adalah penyakit kulit dan selaput lendir yang kehilangan pigmen yang umum terjadi yang dapat melibatkan folikel rambut, dengan manifestasi klinis berupa bercak putih atau (dan) rambut putih. Vitiligo pada vulva dapat diobati dengan glukokortikoid topikal, penghambat fosfatase yang dimodulasi kalsium topikal, dan turunan vitamin D3 topikal. 1. Glukokortikoid topikal: glukokortikoid seperti krim Dinaid dapat dioleskan pada bercak putih, dan kemanjuran tahap progresif lebih baik. Perhatian harus diberikan pada efek samping atrofi kulit dan dilatasi kapiler yang disebabkan oleh aplikasi topikal jangka panjang. 2. Penghambat fosfatase yang dimodulasi kalsium topikal: Salep Tacrolimus dapat dioleskan ke wajah, selaput lendir, dan area lunak. Reaksi yang merugikan: sensasi terbakar dan gatal pada kulit. 3. Turunan vitamin D3 topikal: misalnya salep capotriol, yang dapat menghambat proliferasi sel kulit dan menginduksi diferensiasinya. Reaksi yang merugikan: reaksi di tempat pemakaian, seperti pruritus, iritasi kulit, dan sensasi terbakar. Jika terjadi vitiligo vulvovaginal, segera ke rumah sakit, lakukan perawatan standar di bawah bimbingan dokter, jangan gunakan obat tanpa izin.