Apakah kortisol rendah dapat membuat anak menjadi pendek?

Kortisol rendah pada anak-anak harus dianalisis sesuai dengan penyebab spesifiknya, jika kortisol rendah primer, mungkin tidak mempengaruhi tinggi badan, tetapi jika disebabkan oleh penyakit hipofisis, maka akan terlihat pendek.
Kortisol disekresikan oleh kelenjar adrenal dan dibagi menjadi tiga hormon: glukokortikoid, hormon seks, dan aldosteron, yang memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh manusia, seperti hormon seks yang dapat memengaruhi perkembangan organ seksual anak. Kortisol sendiri tidak memengaruhi tinggi badan, tetapi semua hormon dalam tubuh saling berinteraksi satu sama lain, dan kortisol yang rendah mencerminkan kondisi yang berbeda yang dapat menyebabkan hasil yang berbeda:
1. Kortisol rendah primer sering terjadi pada hipoadrenokortisolisme kronis primer, hiperplasia adrenokortikal kongenital, dan sebagainya. Hal ini biasanya tidak mempengaruhi tinggi badan.
2. Hipokortisolisme sekunder terutama disebabkan oleh kelainan hipofisis, seperti tumor hipofisis. Fungsi fisiologis normal anak-anak terpengaruh, dan mereka mungkin menunjukkan gejala seperti keterlambatan perkembangan, kehilangan nafsu makan, keterbelakangan mental, dan pendek.
Jika seorang anak didiagnosis dengan kadar kortisol rendah, penyebab penyakit harus diidentifikasi tepat waktu, dan diagnosis serta pengobatan standar harus dilakukan di bawah bimbingan dokter tanpa penundaan, agar tidak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan normal anak.