Bagaimana cara menghentikan cegukan setelah makan?

Cegukan (istilah medis untuk bersendawa) setelah makan sering terjadi ketika Anda makan dengan cepat, atau jika Anda terlalu kenyang. Cegukan juga terkadang terlihat pada pasien dengan motilitas lambung yang buruk seperti dispepsia. Setelah kita mulai makan, perut menjadi lebih besar untuk menampung makanan yang telah kita makan, yang dikendalikan oleh refleks neurologis, yang juga dikenal sebagai diaforesis akomodatif, sebuah refleks yang memastikan kita dapat makan dalam jumlah yang banyak. Jika kita makan terlalu cepat sehingga lambung mengalami diastol akomodatif, volume lambung tidak mengembang dan tekanan meningkat. Untuk meredakan tekanan yang berlebihan di dalam perut, kardia menjadi rileks, melepaskan gas dari perut, yang tumpah keluar melalui mulut dan juga menimbulkan sendawa. Pada beberapa orang yang makan dan berbicara pada saat yang sama, mereka terus menelan lebih banyak gas ke dalam perut mereka, yang menyebabkan tekanan dalam perut meningkat dan juga menyebabkan bersendawa (sendawa). Pada kasus lain, ketika lebih banyak makanan yang dikonsumsi, terutama minuman yang menghasilkan gas seperti bir dan minuman berkarbonasi, lebih banyak gas yang dihasilkan oleh aksi asam lambung di dalam perut. Hal ini juga membuat Anda mudah bersendawa. Dari alasan di atas, kita dapat memikirkan cara untuk menghindari makan terlalu cepat, terlalu kenyang, dan menghindari makanan yang menghasilkan gas seperti minuman bersoda. Untuk bersendawa pada orang yang menderita dispepsia, Anda dapat mengonsumsi stimulan oral seperti morfin, mosapride, dan beberapa obat herbal alopati. Olahraga dan pijatan pada perut setelah makan juga dapat membantu.