Cara membedakan hematoma subdural dari hematoma epidural

Baik hematoma subdural maupun epidural berhubungan dengan trauma, dan ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Cara utama untuk membedakan keduanya adalah riwayat klinis, gejala klinis, dan tes pencitraan.
1. Riwayat klinis: Hematoma epidural pada dasarnya disebabkan oleh trauma, dan sebagian besar hematoma subdural akut dan subakut berhubungan dengan trauma.
Sumber perdarahan dan patogenesis hematoma subdural kronis tidak sepenuhnya jelas. Sebagian besar pasien memiliki riwayat trauma ringan, sementara beberapa pasien tidak terkait dengan trauma, yang mungkin terkait dengan penggunaan obat antikoagulan jangka panjang, malnutrisi, kekurangan vitamin C, dan penyakit perdarahan atau pembuluh darah pada dura mater.
2. Gejala klinis: hematoma subdural biasanya dimanifestasikan sebagai peningkatan kesadaran yang progresif, sedangkan pasien hematoma epidural cenderung memiliki kesadaran menengah.
3. Pencitraan: Hematoma epidural biasanya disertai dengan fraktur yang tidak melewati jahitan tengkorak, dan lesi berbentuk seperti pesawat ulang-alik; hematoma subdural tidak disertai dengan fraktur pada sebagian besar kasus, dan dapat melewati jahitan tengkorak, serta lesi berbentuk seperti bulan sabit.
Perlu dicatat bahwa diferensiasi antara kedua penyakit ini memerlukan penilaian yang komprehensif dan tidak dapat didasarkan pada satu hasil pemeriksaan atau kinerja. Temuan klinis hematoma intrakranial, perlunya akses tepat waktu ke perawatan rumah sakit, di bawah bimbingan dokter untuk mengatur pengobatan, agar tidak menunda kondisi.