Pemeriksaan darah rutin hanya dapat digunakan sebagai bentuk skrining untuk pasien uremia, tetapi tidak dapat mendeteksi uremia.
Pasien dengan uremia dapat mengetahui apakah akan terjadi penurunan hemoglobin dan apakah ada anemia melalui pemeriksaan darah rutin, tetapi sebelum diagnosis uremia dipastikan, pemeriksaan darah rutin saja tidak dapat secara akurat menentukan apakah ada uremia.
Untuk menganalisis secara akurat apakah ada uremia, pertama-tama, kita perlu melakukan pemeriksaan urin rutin, dari situ kita dapat menganalisis apakah ada proteinuria, apakah ada sel darah merah dan sel darah putih dalam urin, dan seterusnya; dan kemudian kita dapat menilai apakah ada uremia dengan melakukan pemeriksaan biokimia, termasuk kreatinin darah dan laju filtrasi glomerulus, dll. Ketika mendiagnosis uremia, kita juga perlu memeriksa apakah ada penurunan hemoglobin.
Diagnosis uremia, juga perlu dilakukan USG abdomen, CT dan nefrografi radionuklida dan sebagainya. Jika sudah jelas melalui pemeriksaan tersebut bahwa terdapat uremia, maka perlu dilakukan pengobatan rutin sesegera mungkin, agar tidak terjadi penundaan.