Panas di mulut bisa jadi merupakan manifestasi dari kebakaran hati atau kebakaran perut. 1. Kebakaran hati: pasien dengan mulut panas, jika disebabkan oleh kebakaran hati, sering disertai dengan mata merah, nyeri tulang rusuk, mulut pahit, sakit kuning, keengganan untuk makan lemak, kelelahan, halitosis, nadi membengkak, dan gejala lainnya. 2. Kebakaran perut: Jika disebabkan oleh kebakaran perut, mulut pasien terasa panas, sering disertai rasa lapar yang cepat, makan lebih banyak, sembelit, bau mulut dan sebagainya. Pasien dengan panas di mulut tidak boleh makan makanan pedas dan merangsang, seperti cabai, anggur putih, lada, dll. Makan makanan ini akan dengan mudah memperburuk kondisi, dan pasien harus minum lebih banyak air sebagaimana mestinya. Pasien dengan panas di mulut harus secara aktif mencari pertolongan medis, dan harus dipandu oleh wawancara dokter untuk mengidentifikasi bukti dan penggunaan obat; pasien tidak boleh menggunakan obat sendiri untuk menghindari hasil yang merugikan.