Luka bakar yang diinfus dengan obat antiinflamasi atau demam bisa jadi merupakan infeksi luka, tetapi bisa juga disebabkan oleh sepsis. 1. Infeksi luka: kerusakan jaringan lokal setelah luka bakar akan menghasilkan sejumlah besar luka, yang akan menyebabkan kerusakan pada penghalang kulit, daya tahan tubuh berkurang secara signifikan, yang akan memungkinkan sejumlah besar bakteri patogen berkembang biak di luka, mengakibatkan infeksi luka lokal, dan demam dalam tubuh. 2. Septicaemia: bakteri patogen yang terinfeksi setelah luka bakar menyerang sistem sirkulasi darah manusia, berkembang biak dalam sistem sirkulasi darah, menghasilkan sejumlah besar racun, sehingga menyebabkan infeksi sistemik. Situasi ini dapat diobati dengan cefoperazone sulbactam yang dikombinasikan dengan levofloxacin, dan perhatian juga harus diberikan untuk memberikan dukungan nutrisi bagi tubuh. Karena ada berbagai penyebab demam setelah luka bakar, penting untuk memeriksakan diri tepat waktu untuk mengetahui penyebab spesifiknya dan secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.