Mungkin sudah menjadi kesimpulan umum bahwa mengonsumsi buah atau sayuran dalam jumlah tertentu setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (CVD) dan semua penyebab kematian. Namun, sebuah meta-analisis baru yang dilakukan oleh para ahli bedah jantung telah meneliti lebih lanjut efek spesifik dari konsumsi buah dan sayuran terhadap risiko CVD dan semua penyebab kematian dari sudut pandang kuantitatif. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti Cina yang bekerja sama dengan seorang profesor Harvard dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 5 porsi buah atau sayuran per hari membantu mengurangi risiko CVD dan semua penyebab kematian, tanpa manfaat yang signifikan di luar ambang batas ini. Penulis pertama studi tersebut, seorang PhD, meninjau semua studi kohort prospektif tentang asupan buah atau sayuran sejak tahun 1950, yang mencakup risiko CVD, kematian CVD, kematian akibat kanker, dan kematian akibat semua penyebab. Tujuh dari studi tersebut berfokus pada semua penyebab kematian, dengan hasil yang menunjukkan penurunan 8 persen pada semua penyebab kematian bagi mereka yang mengonsumsi satu porsi per hari dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi buah atau sayuran, dan penurunan lebih lanjut dalam kematian untuk dua atau tiga porsi, tetapi tidak ada penurunan lebih lanjut dalam kematian setelah lima porsi. Sebagai salah satu penulis studi, profesor tersebut mencatat bahwa data penelitian menunjukkan hubungan dosis-respons yang signifikan antara jumlah porsi yang dikonsumsi dan tingkat risiko CVD dan semua penyebab kematian setelah melebihi ambang batas lima porsi per hari, “di luar itu tidak ada penurunan yang signifikan dalam tingkat risiko.” Buah dan Sayur: Menyelamatkan Jantung, Bukan Menyembuhkan Kanker Penelitian ini melibatkan empat uji coba tentang kematian kardiovaskular dan dua uji coba tentang kematian kanker. Para peneliti mencatat hubungan negatif yang signifikan antara konsumsi buah dan sayuran dan kematian CVD, sementara konsumsi buah dan sayuran tidak terkait dengan penurunan angka kematian kanker. Statistik kematian CVD menunjukkan bahwa risiko kematian CVD berkurang sekitar 4 persen untuk setiap porsi tambahan buah atau sayuran, hingga maksimum 5 porsi. Pengurangannya adalah 5 persen untuk setiap porsi tambahan buah dan 4 persen untuk sayuran. Studi ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya yang menunjukkan tidak adanya korelasi antara konsumsi buah dan sayuran dengan penurunan angka kematian akibat kanker, dan para peneliti percaya bahwa hal ini dapat dijelaskan dengan fakta bahwa jenis makanan yang berbeda memiliki efek yang berbeda pada kanker yang berbeda. Secara keseluruhan, meta-analisis ini sangat kreatif, dan para peneliti memberikan gambaran yang jelas tentang asupan makanan, dan bahwa “meningkatkan asupan buah atau sayuran memang mengurangi semua penyebab dan kematian CVD.” Sebuah “ambang batas” untuk asupan porsi dapat memandu orang untuk mengatur kebiasaan makan mereka secara optimal.