Tidak ada pengobatan klinis terbaik untuk ketegangan otot. Biasanya, ketegangan otot mengacu pada reaksi inflamasi aseptik kronis yang disebabkan oleh tarikan otot yang berulang akibat kelelahan yang berkepanjangan, aktivitas yang berlebihan, postur tubuh yang buruk, dan alasan-alasan lainnya. Pasien dapat diobati dengan beristirahat dan memperbaiki postur tubuh yang buruk, memperkuat latihan fungsional, fisioterapi dan obat-obatan.
1. Istirahat dan koreksi postur tubuh yang buruk: Biasanya, setelah ketegangan otot, perlu memperhatikan istirahat, hindari kerja berlebihan, dan pada saat yang sama memperhatikan koreksi postur tubuh yang buruk.
2. Memperkuat latihan fungsional: latihan fungsional yang tepat dapat meningkatkan kekuatan otot pada area yang tegang dan otot-otot di sekitarnya, sehingga memainkan peran kompensasi tertentu dalam meredakan gejala.
3. Fisioterapi: Kompres panas, radiasi inframerah dan terapi gelombang ultrashort dapat diterapkan pada otot yang tegang. Ini secara efektif dapat meredakan gejala nyeri.
4. Pengobatan: pasien juga dapat mengonsumsi obat anti-inflamasi dan analgesik, seperti ibuprofen, celecoxib, dan sebagainya, untuk meringankan gejalanya.
Pasien dengan cedera ketegangan otot, disarankan untuk mencari nasihat medis untuk mengidentifikasi penyebab penyakit, dan di bawah bimbingan dokter profesional untuk pengobatan, tidak menggunakan obat-obatan secara membabi buta, agar tidak menimbulkan efek samping.