Menggigit kuku pada anak dapat disebabkan oleh kekurangan mikronutrien, stres emosional, atau perilaku meniru, dll. Tergantung pada penyebabnya, berbagai metode seperti suplementasi mikronutrien, perawatan psikologis, dan bimbingan positif dapat dipilih untuk memperbaiki situasi.
1. Kekurangan mikronutrien: ketika seorang anak kekurangan seng, zat besi, dan mikronutrien lainnya dalam tubuh, penurunan nafsu makan dan xenofagi dapat terjadi, yang mengakibatkan anak gemar menggigit kuku. Orang tua dapat membawa anak-anak mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan guna mengklarifikasi jenis elemen yang kurang, dan kemudian menambah elemen yang sesuai. Misalnya, kekurangan seng dapat dilengkapi dengan zinc glycyrrhizate oral dan ferrous succinate.
2. Ketegangan emosional: Anak-anak yang biasanya belajar di bawah tekanan yang lebih besar dapat menyebabkan ketegangan jangka panjang, kecemasan, perilaku menggigit kuku. Anda dapat mengurangi beban belajar anak, lebih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, atau lebih banyak menemani anak untuk menghilangkan suasana hati yang buruk, perilaku menggigit kuku dapat diperbaiki.
3. Imitasi: Anak-anak memiliki kemampuan meniru yang kuat, dan dapat melakukannya dengan menonton film atau melihat orang-orang di sekitarnya menggigit kuku. Orang tua perlu membimbing anak sepenuhnya, mengatakan kepadanya bahwa menggigit kuku adalah kebiasaan perilaku yang buruk, anak harus dipuji atas kemajuannya, sehingga secara bertahap memperbaiki perilaku menggigit kuku.
Orang tua dapat membawa anak ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab menggigit kuku, dan kemudian di bawah bimbingan profesional medis, pengobatan atau modifikasi perilaku dapat dilakukan.