Sesak napas dapat mengindikasikan berbagai kondisi kardiopulmoner dan tidak boleh dianggap enteng. Setelah sesak napas terjadi, penting untuk terlebih dulu mengidentifikasi sifatnya. Sesak napas fisiologis adalah yang paling umum. Dalam keadaan normal, gejala-gejala seperti sesak napas dan panik dapat terjadi setelah olahraga berat. Hal ini dapat diredakan dengan beberapa saat istirahat dan dianggap sebagai sesak napas fisiologis. Sesak napas fisiologis biasanya tidak memiliki gejala lain yang menyertainya. Sesak napas yang disertai batuk dan batuk berdahak sering kali merupakan indikasi penyakit paru-paru. Misalnya, jika Anda dulu bisa menaiki tiga anak tangga, tetapi sekarang sesak napas ketika menaiki dua lantai, ini adalah tanda bahwa sesak napas semakin parah dan Anda harus mencari pertolongan medis. Sesak napas dengan angina mungkin merupakan tanda penyakit arteri koroner. Penyakit jantung (penyakit arteri koroner) juga merupakan penyebab penting dari sesak napas. Sesak napas akibat penyakit jantung biasanya terjadi setelah aktivitas yang berlebihan atau stres emosional dan disertai rasa tidak nyaman di daerah prekordial. Jika Anda mengalami sesak napas dalam waktu yang lama dan memiliki riwayat angina pektoris atau infark miokard, Anda perlu mempertimbangkan penyakit serius seperti gagal jantung. Lebih penting lagi untuk mencari pertolongan medis lebih awal untuk menghindari penundaan pengobatan. Ketika sesak napas terjadi, pertama-tama cobalah untuk menenangkan pasien dengan mengelus dada secara lembut dan minum segelas air hangat. Penting untuk membuka jendela secara teratur, memperhatikan kebersihan dan berolahraga untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.