Azoospermia umumnya mengacu pada ketiadaan spermatozoa, yang terutama disebabkan oleh faktor bawaan, faktor yang didapat, dan faktor idiopatik.
1. Faktor bawaan: jika pasien memiliki penyakit testis seperti anorchidisme dan kriptorkismus, kelainan kariotipe kromosom dan displasia sel germinal, perkembangan abnormal vas deferens, dan lain-lain, maka akan mudah menyebabkan azoospermia.
2. Faktor yang didapat: terutama termasuk trauma, torsio testis, varikokel, epididimitis, penggunaan obat yang tidak tepat, dan sebagainya. Untuk beberapa orang yang menderita sirosis, gagal ginjal dan penyakit kronis lainnya, serta vasektomi, operasi penyumbatan saluran reproduksi dan pasien lainnya, juga dapat menyebabkan azoospermia.
3. Faktor idiopatik: Belum jelas, tetapi mungkin terkait dengan faktor genetik dan lingkungan.
Selain itu, merokok dan minum alkohol dalam jangka panjang, stres, dan paparan zat kimia berbahaya merupakan faktor pemicu azoospermia. Penderita azoospermia disarankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut yang lebih mendetail untuk mengidentifikasi penyebab penyakit dan kemudian mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan. Jagalah kesehatan tubuh dan pikiran Anda, serta konsumsilah makanan yang bergizi.