Jerawat di dagu dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk, gangguan endokrin, folikulitis, kelainan keratinisasi kelenjar sebasea dan sebagainya. 1. Kebiasaan buruk: Jika Anda makan terlalu banyak makanan pedas dan merangsang, sering begadang, kebersihan yang buruk dan kebiasaan buruk lainnya, dapat meningkatkan sekresi kelenjar sebaceous sebum, memicu jerawat, sehingga mengakibatkan fenomena dagu selalu berjerawat. 2. Gangguan endokrin: ketika pasien memiliki gangguan endokrin, maka akan mudah menyebabkan peningkatan sekresi androgen atau ketidakseimbangan kadar hormon seks, menyebabkan sekresi sebum terlalu banyak, sehingga saluran kelenjar sebasea folikel tersumbat, memicu timbulnya jerawat, dan munculnya jerawat dagu selalu panjang. 3. Folikulitis: Jika folikel rambut di dagu terinfeksi oleh bakteri atau jamur, maka akan mudah menimbulkan folikulitis, sehingga timbul jerawat dan dapat disertai rasa nyeri. 4. Keratinisasi kelenjar sebaceous yang tidak normal: Jika saluran kelenjar sebaceous pada folikel rambut di bawah dagu mengalami keratinisasi yang tidak normal, maka saluran akan tersumbat dan pengeluaran sebum akan terhambat, yang mengakibatkan terbentuknya sumbatan keratin, yaitu mikrokomedo, yang dapat menyebabkan kondisi jerawat dagu. Pasien jerawat dagu tua tidak termasuk kebiasaan buruk, harus pergi ke konsultasi dan perawatan dermatologi rumah sakit secara teratur, untuk menghindari kejengkelan kondisi, jangan mengobati sendiri.