Tidak mudah untuk menentukan mana dari kedua pemeriksaan tersebut yang akurat, tetapi tergantung pada area spesifik pasien dan penyakit tertentu. Sebagai contoh, untuk lesi paru-paru, pemeriksaan CT lebih akurat karena CT adalah pemindaian tomografi dan memiliki resolusi kepadatan yang lebih tinggi, sedangkan sinar-X adalah gambar yang tumpang tindih yang dapat dengan mudah terlewatkan, tetapi untuk lesi patah tulang tertentu, sinar-X mungkin lebih akurat daripada pemeriksaan CT. Oleh karena itu, mana yang lebih akurat tergantung pada sejumlah faktor dan tergantung pada situasi spesifik pasien. Secara umum, sinar-X adalah pemeriksaan pertama dan ketika sinar-X menunjukkan adanya masalah, CT atau pemeriksaan pencitraan lainnya dapat dilakukan.