Gula tidak menyembuhkan luka dan dapat mempengaruhi penyembuhan luka. Penyembuhan luka dapat dipercepat dengan mengganti balutan secara teratur, pencegahan infeksi, dan suplemen nutrisi. Mengoleskan gula putih pada luka tidak mempercepat penyembuhan. Gula menyebabkan peningkatan tekanan osmotik jaringan lokal, meningkatkan eksudasi jaringan dan bahkan pembentukan abses, yang pada gilirannya menghambat proses perbaikan jaringan yang mengakibatkan penyembuhan luka tertunda atau bahkan tidak ada. Selain itu, penggunaan gula putih meningkatkan risiko infeksi luka, yang selanjutnya mempengaruhi penyembuhan luka. Kunci dari penyembuhan luka adalah mencegah infeksi, yang dapat dikurangi dengan sering mengganti balutan, membersihkan luka tepat waktu, dan penggunaan antibiotik seperti cefuroxime jika perlu. Nutrisi juga dapat diperkuat dengan meningkatkan asupan daging, telur, dan makanan berprotein tinggi lainnya untuk meningkatkan perbaikan jaringan dan mempercepat penyembuhan luka. Setelah cedera, disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit sesegera mungkin, debridemen luka tepat waktu, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan luka. Tidak disarankan untuk mudah percaya pada klaim tertentu yang tidak memiliki dasar ilmiah agar tidak menyebabkan infeksi luka atau bahkan tidak sembuh.