Jiwa dikenal sebagai fenomena mental dan juga dapat disebut sebagai aktivitas mental. Apa pun yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti belajar, berolahraga, berinteraksi, beristirahat, dan lain-lain, semuanya menghasilkan berbagai aktivitas mental. Ada tiga proses utama dari aktivitas mental, yaitu proses kognitif, proses emosional, dan proses perilaku kehendak. Proses kognitif meliputi persepsi, ingatan, pemikiran, tingkat intelektual, dll. Sebagai contoh, ketika dihadapkan pada suatu masalah yang nyata, pemahaman, persepsi, kognisi, dan evaluasi terhadap masalah tersebut merupakan aktivitas mental, dan evaluasi tersebut akan menghasilkan reaksi emosional yang sesuai. Jika hal tersebut dibutuhkan dan baik, emosi positif seperti kesenangan dan kepuasan akan muncul. Sebaliknya, emosi negatif seperti depresi, kecemasan, dan kemarahan akan muncul. Perilaku selaras dengan aktivitas kognitif dan emosional, dan ketiganya diselaraskan dan diintegrasikan secara organik agar seseorang menjadi seimbang secara individual dan psikologis. Sebagai contoh, keseimbangan psikologis dapat dipastikan pada waktunya dengan mengevaluasi dan melihat perilaku sehari-hari tanpa menimbulkan terlalu banyak konflik psikologis dan menghindari insomnia dan stres.