Apa saja penyebab amnesia disosiatif?

Amnesia disosiatif menunjukkan kelupaan yang parah di satu sisi, dan di sisi lain, kemampuan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang kompleks dan mengurus diri sendiri dengan cara yang terorganisir dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa ada kontradiksi dan pemisahan yang jelas antara kelupaan yang terjadi pada pasien dengan pengetahuan dan kemampuan yang ditunjukkannya, sehingga disebut amnesia disosiatif. Beberapa orang mengalami amnesia karena kerusakan pada korteks serebral, sementara yang lain mengalami amnesia psikogenik karena faktor psikologis. Hal ini sering disebabkan oleh stres, termasuk pengalaman traumatis yang dialami atau disaksikan oleh individu (misalnya, pelecehan fisik atau seksual, pemerkosaan, bencana alam), tekanan hidup yang besar (misalnya, pengabaian, kematian orang yang dicintai, masalah keuangan), atau konflik internal yang besar (dorongan rasa bersalah yang mengakibatkan masalah, konflik antarpribadi yang tidak dapat diselesaikan, perilaku kriminal). Ada juga yang memiliki kualitas predisposisi, seperti mereka yang rentan terhadap hipnosis. Sebagian besar pasien dapat memulihkan ingatan mereka dan menghilangkan amnesia, tetapi sebagian lagi tidak dapat mengatasi hambatan untuk memulihkan ingatan yang hilang. Prognosisnya tergantung terutama pada lingkungan tempat tinggal pasien, tekanan dan konflik internal yang berkaitan dengan amnesia, dan kemampuan pasien untuk mengatur kondisi psikologisnya.