Khasiat dan fungsi Poria

Poria memiliki efek menginduksi diuresis dan rembesan kelembaban (mendorong kerja air untuk menghilangkan kelembaban), memperkuat limpa dan menenangkan jantung, dan berguna dalam mengobati edema dan buang air kecil, palpitasi akibat minum dahak (pusing dan palpitasi karena minum dahak dan qi jahat di hulu), kekurangan limpa dengan sedikit makanan, tinja encer (tinja yang encer dan tidak berbentuk) dan diare, kegelisahan hati dan pikiran, serta jantung berdebar-debar dan insomnia.
Poria bersifat datar, manis dan ringan dalam rasa, dan efek penginduksi air dan pengusir kelembapannya sebagian besar digunakan dalam pengobatan kondisi seperti disuria, edema dan distensi, dan dahak (produk patologis dari metabolisme air dan cairan yang terganggu) dan muntah. Ini sering diambil sendiri atau digunakan dengan obat penginduksi air lainnya.
Poria juga memiliki efek memperkuat limpa, dan sebagian besar digunakan dalam pengobatan kekurangan limpa dengan sedikit makanan, kekurangan limpa dan diare. Poria dapat digunakan bersama dengan obat-obatan yang memperkuat limpa dan perut, seperti ubi, atractylodes, jelai, dll. Poria juga memiliki efek menenangkan pikiran.
Poria juga memiliki efek menenangkan pikiran, sebagian besar digunakan dalam pengobatan insomnia, kelupaan, jantung berdebar, dan kondisi lainnya. Tergantung pada kondisinya, dapat dikombinasikan dengan obat-obatan untuk menenangkan pikiran, seperti biji jujube, Poria, Shouwu Teng, dll. Poria juga dapat digunakan sebagai penangkal insomnia.
Jika Anda merasa tidak enak badan, silakan berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan gunakan obat di bawah bimbingan bukti dokter, bukan pengobatan sendiri, agar tidak menyebabkan kerusakan pada organisme.