Bayi yang kenyang dan masih terus mencari makanan, biasanya karena pemberian ASI yang tidak memadai, kecintaan terhadap ASI, refleks mencari makan dan faktor lainnya memiliki hubungan. 1. Pemberian makan yang tidak memadai: bayi normal tahu bahwa rasa lapar dan kenyang biasanya menyusui sesuai permintaan, sebagian ASI bayi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, meskipun waktu menyusu lebih lama, tetapi jumlah laktasi relatif sedikit bayi tidak bisa kenyang, sehingga bayi juga akan sering mencari ASI untuk dimakan. 2. Kecintaan pada susu: paling sering terlihat pada bayi yang sering tidur susu, akan menyebabkan ketergantungan yang berlebihan pada bayi, tidak bisa tidur nyenyak sendiri, sebelum tidur akan selalu mencari susu untuk dimakan, hanya menghisap puting susu agar bisa tidur nyenyak. 3. Refleks menghisap: Karena refleks mencari makan pada bayi yang lebih muda belum sepenuhnya hilang, jika orang tua menyentuh kulit di sekitar mulut bayi, refleks mencari makan bayi akan terpicu. Bayi akan mengayunkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain dan melakukan gerakan membuka mulut. Bayi yang lebih kecil dapat diberi makan sesuai permintaan, tetapi bayi yang lebih besar yang sering menyusu, pertumbuhan dan perkembangan yang lambat, atau ketidaknyamanan lainnya harus pergi ke rumah sakit untuk menjalani tes lebih lanjut untuk menentukan penyebab masalahnya.