Tes sperma membutuhkan perhatian: sesuaikan gaya hidup sehat sebelum tes, perhatikan kebersihan tangan dan vulva saat menyimpan sperma, simpan air mani dengan volume penuh, dan kirimkan untuk tes sesegera mungkin setelah pengambilan.
1. Sesuaikan gaya hidup sehat: kelelahan, kecanduan alkohol, demam, dll. akan mempengaruhi keakuratan hasil tes. Jika kondisi di atas ada, Anda dapat menunda penyimpanan sperma dan beristirahat selama 2-4 minggu sebelum tes.
2. Perhatikan kebersihan: air mani biasanya diperoleh melalui rangsangan masturbasi, sehingga alat kelamin dan tangan perlu dicuci sebelum keluarnya sperma, dan buang air kecil sebelum pengambilan air mani untuk membilas bakteri yang tersisa di uretra dan meningkatkan keakuratan tes air mani rutin.
3. Menampung volume air mani: tempat terbaik untuk menampung air mani adalah di tempat yang privat seperti ruang ekstraksi air mani, usahakan agar air mani tertampung dengan akurat, agar tidak mempengaruhi hasil penilaian karena kurangnya sampel setelah kebocoran, dan tidak melakukan hubungan seks selama 3-7 hari sebelum pengambilan air mani.
4. Mengirim air mani untuk pemeriksaan sesegera mungkin: air mani yang tertahan sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan luar, suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan mempengaruhi hasil pemeriksaan air mani yang sebenarnya, sehingga air mani yang tertahan harus dikirim ke laboratorium sesegera mungkin setelah air mani.
Dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit biasa untuk melakukan tes sperma jika ada kelainan, dan konsultasikan dengan dokter untuk perawatan tepat waktu.