Ada juga cairan berwarna coklat setelah menstruasi, yang harus dipertimbangkan karena beberapa alasan: aspek pertama adalah endometrium terserang kuman dan terjadi endometritis. Pembuluh darah endometrium meningkat permeabilitasnya di bawah rangsangan faktor inflamasi, yang dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna coklat dari leher rahim dan harus ditangani dengan tepat. Aspek kedua adalah polip endometrium, yang menempati ruang tertentu dalam rongga rahim. Setelah kembalinya menstruasi, endometrium tidak dapat diluruhkan secara utuh di area yang ditempati oleh polip, dan sedikit perdarahan berwarna kecoklatan dapat terjadi. Aspek ketiga, yang juga dapat terjadi, adalah lesi serviks. Jika hal ini terjadi, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter dan melakukan USG ginekologi untuk mengetahui ketebalan endometrium, keberadaan polip, keberadaan lesi serviks, dan, jika perlu, tes skrining serviks, dan kemudian memutuskan pengobatan berdasarkan hasilnya.