Pasien dengan infark otak tidak dapat berbicara, dan penyebab umum seperti afasia dan disartria memerlukan konsultasi tepat waktu dan perawatan profesional.
1. Afasia: setelah terjadinya infark serebral, pusat bicara pasien mengalami kerusakan, yang dapat menyebabkan afasia, dan dengan demikian gejala tidak dapat berbicara dapat terjadi.
2. Disartria: Jika infark batang otak menyebabkan palsi bulbar sejati, atau lesi hemisfer serebral bilateral menyebabkan palsi bulbar semu, maka dapat menyebabkan disartria, yang menyebabkan masalah pada organ artikulasi dan menghalangi pasien untuk mengekspresikan bahasanya, sehingga pasien tidak dapat berbicara.
Disarankan agar pasien dengan infark serebral harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan di bawah bimbingan dokter profesional untuk menghindari konsekuensi yang merugikan.