Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) sering disebut sebagai “paru-paru yang timbul secara perlahan-lahan” atau “emfisema”. Penyakit ini merupakan penyakit yang sulit, dan setelah berkembang, sering kali harus diobati berulang kali dan pada akhirnya dapat mengancam jiwa. Dalam pencegahan LBP, perawatan diri sangat ditekankan. Melalui olahraga fungsional dan diet serta pola hidup, kita dapat memaksimalkan potensi pernapasan kita, memperbaiki dan meningkatkan fungsi paru-paru, meningkatkan kekebalan tubuh dan mengendalikan penyakit. Pertama, latihan fungsional. Latihan fungsional berfokus pada penguatan fungsi paru-paru pada sistem pernapasan. Yang pertama adalah belajar batuk, yang merupakan cara paling efektif untuk mengeluarkan dahak. Letakkan kedua lengan ditekuk di kedua sisi, dengan bagian bawah lengan ditekan ke dalam, sementara otot perut dikontraksikan dengan kuat dan tubuh sedikit dimiringkan ke depan. Tarik napas dalam-dalam lalu tahan napas sejenak sebelum batuk dengan keras, sehingga dahak mudah dikeluarkan dari mulut. Langkah selanjutnya adalah berlatih bernapas, dengan pernapasan retraksi bibir, pernapasan perut, dan pernapasan tulang rusuk bagian bawah. (Latihan seperti latihan pernapasan) Kedua, bernyanyi dan mengaji dengan suara tinggi. Ketika seseorang bernyanyi atau membaca dengan suara keras, otot-otot dada dan perut dapat mengembang dan mengempis secara berirama, sehingga meningkatkan jangkauan pergerakan diafragma, meningkatkan kapasitas paru-paru, dan meningkatkan fungsi paru-paru. Ketiga, Pusat Sumber Daya Rehabilitasi WHO dari Perhimpunan Pengobatan Rehabilitasi Tiongkok juga merekomendasikan untuk melakukan latihan pernapasan setiap hari untuk penyakit paru obstruktif kronik untuk meningkatkan fungsi pernapasan dan meningkatkan daya tahan latihan.