Apakah intervensi untuk infark arteri basilar adalah yang terbaik?

Terapi intervensi adalah salah satu tindakan untuk memulihkan aliran darah pada infark arteri basilar, dan trombolisis intravena juga merupakan pengobatan untuk memulihkan aliran darah. Pengobatan infark arteri basilar meliputi pengobatan umum seperti oksigenasi dan pemantauan jantung, serta pengobatan khusus seperti trombolisis dan intervensi. Apakah terapi intervensi optimal harus dinilai berdasarkan situasi spesifik pasien.
1. Trombolisis intravena: aktivator plasminogen tipe jaringan rekombinan (rtPA) atau urokinase dapat digunakan. rtPA sebaiknya diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya penyakit, dan tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki kontraindikasi, misalnya riwayat perdarahan intrakranial, riwayat stroke dalam 3 bulan terakhir, perdarahan subarakhnoid yang diduga, atau perdarahan internal yang aktif. Urokinase dapat diberikan dalam waktu 6 jam setelah onset, dengan kontraindikasi yang serupa dengan rtPA.
2. Terapi intervensi: termasuk trombolisis arteri, bridging, trombolisis mekanis dan stenting. Setelah evaluasi pasien, jika tingkat rekanalisasi trombolisis intravena rendah atau efektivitasnya buruk, terapi intervensi dapat digunakan untuk pasien yang diskrining. Proses evaluasi harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Direkomendasikan agar pengobatan terbaik dipilih di bawah bimbingan dokter, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi pasien dan waktu timbulnya penyakit, dan agar obat-obatan diminum di bawah arahan dokter.