Kelumpuhan lambung, yaitu disfungsi respons pengosongan lambung yang disebabkan oleh berbagai faktor, juga disebut gastroparesis. Tidak ada kesimpulan yang pasti tentang berapa lama pasien dapat hidup, dan pengobatan aktif untuk memulihkan fungsi pencernaan gastrointestinal tidak akan memengaruhi harapan hidup.
Gejala utama gastroparesis meliputi mual, muntah, bersendawa (bersendawa) dan distensi epigastrium. Berdasarkan durasi penyakit, gastroparesis dibagi menjadi akut dan kronis; berdasarkan penyebabnya, gastroparesis dibagi menjadi idiopatik dan sekunder. Gastroparesis sendiri biasanya tidak mempengaruhi kehidupan pasien.
Pengobatan simtomatik dengan stimulan gastrointestinal, seperti domperidone dan mosapride, dapat digunakan untuk meredakan gejala. Selain itu, gastroparesis sekunder harus secara aktif mencari penyebab penyakit, dan pengobatan yang efektif harus dilakukan untuk penyakit primer. Misalnya, jika diabetes menyebabkan gastroparesis, kuncinya adalah mengontrol glukosa darah dalam kisaran normal, dan setelah menghilangkan penyebab penyakit, sebagian besar gejala pasien dapat pulih lebih cepat, dan harapan hidup tidak akan terpengaruh secara umum.
Kesimpulannya, kelumpuhan lambung akan sangat mempengaruhi kualitas hidup, tetapi ini bukan penyakit yang fatal, dan umumnya tidak akan mempengaruhi harapan hidup. Pasien gastroparesis harus pergi ke klinik gastroenterologi rumah sakit sesegera mungkin, setelah diagnosis yang jelas dan pengobatan aktif. Obat-obatan di atas harus dikonsumsi di bawah bimbingan dokter, jangan dikonsumsi sendiri.