Sindrom pita ketuban dapat dihindari sebisa mungkin dengan pemeriksaan medis pranikah, skrining cacat lahir, dan menghindari faktor-faktor yang berbahaya.
Sindrom pita ketuban terutama mengacu pada pecahnya sebagian cairan ketuban yang terjadi setelah embrio atau janin dan pita ketuban menempel, mengakibatkan pengikatan, kompresi, terlilit, dengan manifestasi terbelah atau cacat.
Untuk mencegah sindrom pita ketuban, pemeriksaan fisik pranikah harus dilakukan, termasuk menanyakan tentang riwayat penyakit keluarga, riwayat kesehatan pribadi, pemeriksaan serologis, dan pemeriksaan sistem reproduksi.
Untuk mencegah sindrom pita ketuban, pemeriksaan cacat lahir harus dilakukan, ultrasonografi rutin, pemeriksaan serologis, dll., dan pemeriksaan kromosom harus dilakukan jika perlu.
Untuk mencegah sindrom pita ketuban, hindari faktor-faktor berbahaya, seperti menjauhi asap berbahaya, alkohol, gas berbahaya yang mudah menguap, dan logam berat yang beracun dan berbahaya.
Penyebab pasti dari sindrom pita ketuban tidak diketahui, jadi carilah pertolongan medis jika terjadi.