Risiko kekambuhan pasien infark serebral biasanya lebih serius daripada serangan awal, dan tingkat gangguan mental, hemiparesis dan afasia semakin parah, yang dapat meningkatkan tingkat kecacatan, angka kematian dan prognosis yang buruk. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko kekambuhan pada pasien dengan infark serebral meliputi diabetes melitus, hiperlipidemia dan hipertensi. Pasien diabetes memiliki glukosa yang tinggi di dalam plasma, yang membuat tekanan osmotik plasma terlalu besar, dan hipertensi membuat endotel pembuluh darah berada di bawah tekanan yang lebih besar, yang merusak endotel pembuluh darah, yang mengakibatkan iskemia serebral dan akhirnya infark serebral. Mengobati atau mengendalikan faktor risiko yang dapat diintervensi ini secara aktif sangat penting untuk mencegah terulangnya infark otak. Pasien dengan infark serebral harus fokus pada penguatan kontrol tekanan darah dan glukosa darah, dan pada saat yang sama, mengubah kebiasaan hidup yang buruk, dan berkonsultasi dengan dokter profesional untuk mendapatkan nasihat khusus.