Penderita patah tulang tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi terlalu banyak cuka, karena kalsium adalah bagian penting dari tulang, dan cuka dapat meningkatkan pembubaran kalsium tulang, yang tidak kondusif untuk pemulihan patah tulang, sehingga pasien patah tulang tidak boleh makan cuka sebanyak mungkin. Juga pasien patah tulang tidak boleh makan makanan pedas, makanan yang tidak dapat dicerna, makanan tinggi purin, seperti daging babi dan jeroan hewan, dan juga memperhatikan merokok dan minum alkohol. Selain itu, vitamin C dan seng dapat meningkatkan penyerapan kalsium, yang baik untuk pemulihan patah tulang, sehingga pasien patah tulang dapat makan lebih banyak buah dan sayuran segar, seperti kiwi, pisang, wortel, dll. Selain itu, cobalah untuk menghindari minum kopi dan minuman berkarbonasi setelah patah tulang, hal ini dapat mempengaruhi penyembuhan patah tulang. Setelah patah tulang, Anda dapat makan lebih banyak makanan yang memiliki efek mengaktifkan sirkulasi darah dan menghilangkan stasis darah, seperti ubi, Tian Qi, Angelica, dll. Makan lebih banyak makanan yang kaya kalsium seperti kaldu tulang, udang, susu murni, dll. Selain itu, Anda dapat mengonsumsi tablet kalsium dengan tepat untuk membantu penyembuhan patah tulang, sehingga tidak disarankan untuk makan cuka setelah patah tulang.