Fiksasi rangka fiksasi eksternal pin titanium yang diberi perlakuan yodium

  PENDAHULUAN: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas antimikroba dari jarum titanium yang diberi perlakuan iodin yang kami rancang dan produksi untuk fiksasi stent eksternal dan keamanan biosafety-nya.  METODE: Kami secara prospektif melakukan fiksasi stent eksternal dengan setengah paku fiksasi eksternal yang diberi iodin dan pin kerf pada 34 anggota badan dari 33 pasien. Kelompok ini terdiri dari 24 laki-laki dan 10 perempuan, dengan median usia 36,6 tahun. Diagnosis pra-operasi meliputi 17 kasus deformitas tungkai, 7 kasus pseudarthrosis, 6 kasus fraktur, dan 3 kasus kaki pengkor. Sebanyak 154 paku setengah fiksasi eksternal dan 139 pin kerf digunakan dalam kelompok kasus ini untuk fiksasi penyangga eksternal, menghasilkan total 432 saluran pin. Total sel darah putih (WBC) dan protein C-reaktif (CRP) diukur sebelum operasi dan pasca operasi pada semua pasien. Untuk menentukan apakah yodium yang dilepaskan oleh staples/jarum fiksasi eksternal memiliki efek pada tubuh pasien, kami juga mengukur kadar hormon tiroid dalam darah. Pencitraan dilakukan secara teratur pada semua kasus pascaoperasi.  Hasil: Waktu tindak lanjut rata-rata setelah operasi adalah 6 bulan. Tidak ada infeksi dalam yang terjadi pada kasus-kasus kami pascaoperasi, dan hanya 3 kasus yang mengalami infeksi superfisial. Tingkat infeksi pada saluran kuku fiksasi eksternal adalah 0,9%. Semua kasus infeksi kuku/pin fiksasi eksternal tidak diangkat dan sembuh dengan pengobatan antibiotik. Nilai median WBC normal dan CRP pulih menjadi <0,3 dalam waktu 3 minggu pasca operasi. tes fungsi tiroid tidak abnormal. Tidak ada tanda-tanda melonggarnya stapel/pin fiksasi eksternal yang terdeteksi pada pencitraan di semua kasus.  Diskusi dan kesimpulan: Fiksasi eksternal dengan paku titanium beriodium secara signifikan mengurangi kejadian infeksi saluran kuku dan tidak mempengaruhi fungsi tiroid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuku titanium yang diberi iodin memiliki biosafety yang baik dan efektif dalam mencegah terjadinya infeksi saluran kuku.