Apa yang menyebabkan eksim?

Etiologi eksim masih belum jelas. Kemungkinan pemicunya termasuk faktor internal (umumnya ditemukan pada fokus infeksi kronis, perubahan endokrin dan metabolik, gangguan sirkulasi darah, faktor neuropsikiatri, faktor genetik, dan lain-lain) serta faktor eksternal (umumnya ditemukan pada makanan, inhalansia, lingkungan tempat tinggal, berbagai bahan kimia, dan lain-lain).
1. Faktor internal:
(1) Fokus infeksi kronis: seperti kolesistitis kronis, radang amandel, parasitosis usus, dll., dapat menyebabkan eksim.
(2) Perubahan endokrin dan metabolisme: seperti gangguan menstruasi, kehamilan, dll., juga dapat mempengaruhi terjadinya eksim.
(3) Gangguan sirkulasi darah: seperti varises kecil.
(4) Faktor neuropsikiatri: seperti depresi, kesedihan, kepanikan dan emosi lainnya, tekanan mental yang berlebihan, insomnia, terlalu banyak bekerja, dan lain-lain, akan meningkatkan risiko eksim.
(5) Faktor keturunan: mereka yang memiliki kerabat yang menderita penyakit ini lebih mungkin untuk memiliki eksim pada keturunannya.
2. Faktor eksternal:
(1) Makanan: misalnya alergi terhadap gandum, kacang tanah, kedelai, kacang-kacangan, mangga, susu, telur, dan sebagainya akan dengan mudah memicu eksim.
(2) Inhalan: seperti serbuk sari, debu, tungau debu, bulu binatang.
(3) Lingkungan tempat tinggal: seperti berada di lingkungan yang panas, kering, atau lembab dalam waktu yang lama.
(4) Berbagai bahan kimia: seperti kosmetik, sabun, dan serat sintetis, yang dapat dengan mudah mengiritasi kulit dan memicu eksim.
Disarankan agar pasien yang didiagnosis dengan eksim, datang tepat waktu ke konsultasi dan perawatan dermatologi rumah sakit secara teratur, mengikuti instruksi dokter untuk perawatan standar, agar tidak menunda kondisi tersebut.