Kebiasaan melakukan aborsi dan hubungan laki-laki

  Keguguran mengacu pada penghentian kehamilan sebelum minggu ke-28 kehamilan. Penyebab utama keguguran adalah kelainan pada sel telur dan embrio yang telah dibuahi, diikuti oleh patologi maternal (kelainan endokrin, kelainan bentuk rahim, dan penyakit sistemik maternal) serta faktor eksternal (pembedahan atau trauma abdomen).  Perkembangan embrio yang tidak normal menyumbang 80% dari keguguran dini. Perkembangan embrio yang tidak normal dapat disebabkan oleh cacat pada sel telur atau sperma, atau keduanya, dan sebagian besar mengakibatkan keguguran atau lahir mati karena perkembangan yang terganggu. Secara tradisional, diyakini bahwa keguguran biasa disebabkan oleh pasangan wanita, karena faktor-faktor seperti displasia endometrium, insufisiensi endoserviks serviks, dan ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan anak. Namun, pemahaman ini tidak lengkap. Pengobatan modern percaya bahwa keguguran yang biasa terjadi, terutama yang terjadi pada setiap kehamilan, sering kali berkaitan dengan pria, yang meliputi faktor-faktor berikut: Faktor kromosom Sperma dengan kelainan kromosom biasanya sulit untuk membuahi sel telur karena kualitasnya yang buruk, dan jika sperma tersebut cukup beruntung untuk membuahi sel telur, hasilnya akan berakhir dengan keguguran.  Faktor Imunologi Ketika seorang wanita hamil, embrio juga merupakan benda asing bagi sang ibu dan pasti akan ditolak olehnya secara imunologis. Adanya antibodi pemblokiran pada ibu hamil melindungi janin dari penolakan. Ketika sel pasangan yang dikandung berdekatan, antigen tidak mencukupi, sehingga ibu tidak memiliki antibodi pemblokiran yang diperlukan dan meningkatkan kemungkinan keguguran.  Faktor sperma Kualitas sperma yang buruk membuat seorang wanita sulit untuk hamil, tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan untuk hamil, dan jika sesekali hamil, biasanya akan terjadi keguguran.  Selain faktor-faktor di atas, ada faktor-faktor lain yang dapat berkontribusi pada kebiasaan aborsi. Misalnya, hubungan seks selama kehamilan dapat menyebabkan rangsangan mekanis pada rahim yang sedang hamil, dan prostaglandin dalam air mani dapat menyebabkan rahim berkontraksi; beberapa faktor berbahaya dalam pekerjaan dan lingkungan tempat tinggal pasangan pria dapat merusak sel germinal dan menyebabkan penyimpangan kromosom pada sperma, yang semuanya dapat menyebabkan aborsi kebiasaan.  Oleh karena itu, baik pria maupun wanita memiliki banyak faktor yang dapat menyebabkan aborsi kebiasaan. Jika Anda mengalami keguguran biasa, Anda harus pergi ke rumah sakit bersalin tepat waktu untuk melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya dan mengobatinya dengan benar.