Untuk pemeriksaan pranikah pria, jenis pemeriksaan berikut ini dapat dipilih sesuai dengan keadaan masing-masing: 1. Pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis, melalui pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis, untuk mengetahui apakah ada kelainan perkembangan atau lesi abnormal pada skrotum dan testis, seperti kriptorkismus, syringomyelia, varikokel, sunat, dan penyakit lain yang mengganggu kesuburan. 2. Pemeriksaan sperma oleh dokter spesialis, untuk mengetahui kualitas sperma atau kemampuan hidup sperma. 3. Pemeriksaan sperma oleh dokter spesialis, untuk mengetahui apakah terdapat kelainan pada sperma atau tidak. 4. Jika ada riwayat penyakit keturunan, dianjurkan untuk pergi ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Jika perlu, dapat dilakukan pemeriksaan air mani rutin lebih lanjut untuk mengetahui kualitas sperma atau kemampuannya untuk hidup. 5. Jika ada riwayat penyakit keturunan dalam keluarga, dianjurkan untuk memeriksakan diri ke institusi kesehatan ibu dan anak di tingkat provinsi. Jika ada riwayat penyakit keturunan dalam keluarga, disarankan untuk pergi ke lembaga yang memenuhi syarat seperti lembaga kesehatan ibu dan anak provinsi, atau lembaga kesehatan kedokteran reproduksi, untuk pemeriksaan kromosom genetik.