Perfusi yang tidak merata pada kedua paru-paru, juga dikenal sebagai ventilasi dan perfusi yang tidak mencukupi pada kedua paru-paru, umumnya dikaitkan dengan disfungsi bawaan pada kedua paru-paru atau infeksi bakteri atau virus. Manifestasi klinisnya adalah saluran udara terhambat dalam berbagai tingkat dan fungsi ventilasi dan pertukaran udara berkurang. 1. Displasia kongenital pada kedua sisi paru-paru: karena berkurangnya zat aktif permukaan paru-paru, kekuatan retraksi alveoli relatif berkurang, yang akan menyebabkan depresi lebih lanjut pada alveoli kecil dan perluasan lebih lanjut pada alveoli besar, serta atrofi paru-paru. 2. Infeksi bakteri dan virus: menyebabkan reaksi inflamasi yang menyebar di kedua paru-paru, serta iskemia dan hipoksia pada lobus paru-paru, yang menyebabkan gejala seperti sesak dada. Selain itu, beberapa penyakit non-infeksi pada paru-paru, seperti pneumokoniosis, silikosis, asma bronkial, dan lain-lain, juga dapat menyebabkan perfusi yang tidak merata pada kedua paru-paru. Perfusi yang tidak merata di kedua paru-paru juga dapat dilihat pada penyebab lain, dan pasien disarankan untuk segera mencari pertolongan medis agar tidak menunda kondisinya.