Biasanya, tonjolan esofagus terutama dianggap terkait dengan tumor mesenkim esofagus, kista esofagus, kanker esofagus, dll., yang biasanya tidak dapat disembuhkan dengan sendirinya. 1. Tumor mesenkim esofagus: penyebab tumor mesenkim esofagus tidak diketahui, yang mungkin terkait dengan mutasi gen dan faktor lingkungan. Biasanya, tumor mesenkim esofagus tidak akan sembuh dengan sendirinya, dan pasien harus diobati secara aktif dan ada kemungkinan kambuh. Tumor mesenkim esofagus rentan terhadap nafsu makan yang buruk, nyeri epigastrium, kesulitan menelan, dan gejala tidak nyaman lainnya, yang memengaruhi kualitas hidup. 2. Kista esofagus: Kista esofagus juga dapat menyebabkan pembengkakan esofagus pada beberapa pasien, dan kista ini tidak dapat disembuhkan dengan sendirinya. Penyebab penyakit ini masih belum jelas, tetapi sering menyebabkan mengi, dispnea, disfagia, refluks, muntah, nyeri retrosternal, dan gejala tidak nyaman lainnya. 3. Kanker esofagus: termasuk tumor ganas yang tidak dapat disembuhkan dengan sendirinya dan memiliki kemungkinan untuk kambuh. Terjadinya kanker kerongkongan terkait dengan faktor keturunan dan pola makan yang tidak tepat dalam jangka panjang, dll. Pasien biasanya merasakan sensasi terbakar di belakang tulang dada, suara serak, kesulitan menelan, dan sebagainya. Tonjolan esofagus juga dapat disebabkan oleh varises esofagus, kompresi organ luar, dll. Disarankan agar penderita tonjolan esofagus menjalani pemeriksaan lebih lanjut secara mendetail dan mengikuti petunjuk dokter setelah mengklarifikasi penyebab penyakitnya, dan tidak boleh menggunakan obat-obatan atau resep sembarangan sendiri.