Cara mendeteksi dan mengobati tuberkulosis

Tuberkulosis biasanya mengacu pada tuberkulosis paru, yang terutama didiagnosis melalui apusan dahak, kultur Mycobacterium tuberculosis dan pencitraan, dan dapat diobati dengan anti-tuberkulosis dengan obat-obatan. 1. Apusan dahak: Apusan dahak relatif cepat, sederhana dan akurat, tetapi tidak dapat membedakan jenis tuberkulosis tertentu. 2. Kultur Mycobacterium tuberculosis: Kultur Mycobacterium tuberculosis dalam wadah khusus adalah standar emas saat ini untuk mendiagnosis tuberkulosis, dan juga dapat membantu menyaring obat-obatan yang sangat sensitif. 3. Pemeriksaan pencitraan: terutama X-ray, CT dada dan pemeriksaan lainnya, yang secara visual dan jelas dapat mengamati lokasi lesi paru-paru dan memahami situasi tuberkulosis. Tuberkulosis klinis terutama diobati dengan obat-obatan, isoniazid, rifampisin, pirazinamid, streptomisin dan etambutol, atau empat jenis obat atau lebih untuk terapi kombinasi, dan sebagian besar pasien dapat pulih setelah menjalani pengobatan yang cukup. Tuberkulosis menular dan berlangsung lama, sehingga perlu mengikuti pengobatan dokter dan pengobatan standar. Obat-obatan harus digunakan di bawah bimbingan dokter profesional, dan tidak boleh digunakan secara sembarangan.