Bagaimana tukak lambung didiagnosis?

Tukak lambung dapat muncul sebagai nyeri epigastrium setelah makan, episode periodik, dan dapat didiagnosis dengan gastroskopi dan pemeriksaan histopatologi. Manifestasi klinis tukak lambung adalah nyeri siklik kronis, sering terjadi setelah makan, nyeri epigastrium, tanda-tanda yang berhubungan dengan peritonitis (tekanan, nyeri kembung, dan ketegangan otot) saat tukak berlubang, yang sering dikaitkan dengan pola makan yang buruk, faktor stres, infeksi Helicobacter pylori, dan penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama (misalnya, aspirin), dan sebagainya. Gastroskopi dapat mendiagnosis tukak lambung secara visual, yang dapat dilihat sebagai permukaan tukak berbentuk bulat atau oval pada mukosa lambung dengan bagian bawah yang rata dan tepi yang rapi, dan pemeriksaan histopatologi diperlukan untuk menyingkirkan tukak yang disebabkan oleh kanker lambung. Pemeriksaan sinar X barium dapat membantu diagnosis dengan menunjukkan tanda-tanda langsung seperti ceruk, dan tanda-tanda tidak langsung seperti kejang lokal dan agitasi. Tukak lambung perlu didiagnosis di bawah bimbingan dokter, dan tidak dapat didiagnosis secara membabi buta oleh diri sendiri, untuk menghindari penundaan kondisi.