Gejala ketegangan otot terutama adalah nyeri dan pembengkakan lokal, dan ketegangan otot pada persendian juga akan menunjukkan gangguan mobilitas jangka pendek. 1. Nyeri: cedera tegang otot akan menyebabkan reaksi inflamasi lokal akibat rusaknya ikatan serabut otot, yang pada gilirannya merangsang ujung saraf sehingga timbul rasa nyeri. Rasa nyeri biasanya akan hilang setelah beristirahat. 2. Pembengkakan: setelah cedera regangan otot, akan terjadi eksudasi inflamasi akibat reaksi inflamasi aseptik lokal, yang mengakibatkan oedema pada otot dan jaringan lain, dan jaringan lokal akan membesar. 3. Gangguan aktivitas: otot-otot di dekat sendi kemungkinan besar akan terpengaruh oleh aktivitas sendi yang berlebihan, yang mengakibatkan ketegangan otot. Tahap awal ketegangan akan menyebabkan gangguan aktivitas sendi karena nyeri, bengkak dan gejala lainnya, seperti gangguan aktivitas ekstensi dan fleksi, dan rentang aktivitas sendi menjadi lebih kecil. Jika ketegangan otot disebabkan oleh aktivitas atau pekerjaan dengan beban tinggi dalam jangka panjang, olahraga berat, dll., dianjurkan untuk beristirahat dengan pengereman lokal agar otot yang tegang dapat dipulihkan, untuk menghindari istirahat yang terlalu cepat dan memperburuk ketegangan yang mengakibatkan kerusakan struktural pada otot. Selain itu, jika gejala-gejala ketegangan otot cukup signifikan, disarankan untuk berkonsultasi dengan rumah sakit dan menerima perawatan yang tepat.